Laskar Kristus Siap Untuk Menuai!!!
>> Tuesday, November 3, 2009
Puji Tuhan, di awal tahun ajaran baru yang lalu, Sion dapat kembali melaksanakan KORPS. Benar-benar suatu kasih karunia sehingga tahun ini KORPS bisa “sedikit” berbeda dengan format KORPS tahun-tahun sebelumnya. Meskipun di dalam format yang sedikit berbeda namun KORPS kali ini tetap setia dengan core-nya yaitu mempersiapkan pekerja-pekerja baru dalam penjangkauan mahasiswa baru di ITB, kampus-kampus dan Kota Bandung.


Diawali dengan Pra-KORPS berupa Kebaktian Padang yang diadakan di Capolaga Camping Ground, Kab. Subang, Jawa Barat. Lebih kurang ada 40 calon pekerja baru Sion yang hadir. Di dalam Pra-KORPS ini Tuhan berbicara melalui Firman Tuhan yang dibagikan oleh Kak Siska tentang bangsa Israel yang tidak peduli lagi dengan rumah Tuhan sehingga Tuhan berbicara melalui nabiNya Hagai untuk menyerukan ajakan untuk membangun kembali Bait Allah. Seperti halnya Tuhan berbicara kepada bangsa Israel, Firman Tuhan saat itu berbicara untuk mengajak calon-calon pekerja Sion dari angkatan 2005 hingga 2008 untuk kembali memikirkan dan mengambil komitmen terkait dengan pembangunan Bait Allah di ITB, kampus-kampus, Kota Bandung, Indonesia dan Bangsa-bangsa sesuai dengan visi yang telah Tuhan taruhkan di Sion. Dalam acara Pra KORPS ini juga diadakan Baptisan Air, setelah sebelumnya dibagikan tentang kebenaran dar Baptisan Air oleh Kak Christianty, dan yang menjadi target dari pelaksanaan Baptisan Air ini adalah calon-calon pekerja yang rindu untuk memproklamirkan kehidupan barunya di dalam Kristus. Tercatat ada kurang lebih 15 orang dari calon pekerja yang dibaptis saat itu.

Rangkaian acara KORPS dilanjutkan setelah libur tahun ajaran baru, tepatny tangal 1-10 Agustus dalam bentuk Sesi Pengajaran dan Retreat KORPS. Bukan suatu kebetulan kalau KORPS kali ini didatangi tiga orang pembicara dari luar negeri yang Tuhan taruhkan untuk mengambil bagian di beberapa sesi pengajaran. Ps. Karl-Axel M dan Mr. Sonny Largado beserta istriya Mrs. Dahlia Largado mengisi beberapa sesi pengajaran KORPS dengan materi kepemimpinan Kristiani, beserta penginjilan dan hati untuk jiwa-jiwa. Sesi pengajaran tersebut disertai juga dengan sesi pengajaran dari pembicara “lokal”, antara lain Mas Eka (GKKD), Bang Albert (GKKD), Kak Eta (GKKD), Ko Fendy, Mas Risen dan Kak Echa. Meskipun “lokal” namun urapannya tetap sama dengan yang luar negeri punya.. :D. Soalnya urapannya kan sama-sama datang dari Tuhan Yesus kita yang dahsyat itu.. Hehe..
Selama enam hari sesi pengajaran dilaksanakan, banyak hal yang telah dibagikan oleh pembicara mulai dari Kuasa Firman Tuhan, Penginjilan, Karunia Rohani dan Karakter Kristus beserta dengan materi lainnya yang memang disiapkan khusus sebagai bekal bagi para calon pekerja untuk menjangkau mahasiswa baru di ITB dan kampus-kampus pengembangan.
Setelah sesi pengajaran selesai dilaksanakan, KORPS dilanjutkan dengan Retreat KORPS yang kali ini diadakan di Villa Merah PTPN VIII, Ciwangun, Lembang. Sedikit berbeda dengan KORPS sebelumnya, retreat KORPs ini dibuat sedemikian rupa sehingga para calon pekerja benar-benar memiliki mental layaknya seorang prajurit yang siap untuk berperang. Mental dan kesiapan para calon pekerja benar-benar diuji di sini, mulai dari belajar untuk tetap taat pada perintah Komandannya dan juga belajar untuk tetap saling peduli terhadap rekan-rekannya yang lain.
Hari pertama retreat, sorehari ketika peserta sampai ke lokasi retreat langsung diawali dengan pemeriksaan perlengkapan peserta, seperti halnya prajurit yang hendak berperang para calon pekerja juga dilihat kesiapannya di dalam menyiapkan peralatan yang harus di bawa ke acara retreat kali itu. Banyak yang telah siap sedia, namun tetap saja ada peserta yang lupa membawa peralatan penting seperti kaus kaki, topi kupluk dan lain-lain. Karena prinsip retreat KORPS saat itu adalah, kesalahan satu orang adalah kesalahan bersama, sehingga seluruh peserta terpaksa dihukum akibat ada teman-temannya yang tidak siap. Setelah pemeriksaan perlengkapan, peserta mengikuti simulasi yang intinya mengajarkan kepada peserta untuk taat sepenuhnya terhadap perintah Tuhan yang kadang sepertinya tidak masuk akal. Setelah simulasi peserta diminta untuk membuat pakaian perang seperti yang terdapat di Efesus 6, dari kardus bekas. Karena masing-masing punya interpretasi sendiri dan keterbatasan bahan, akibatnya pakaian perang dari tiap-tiap kelompok berbeda-bedang bentuknya, ada yang seperti power ranger, malah ada yang seperti robot :D. Setelah itu, retreat hari pertama ditutup dengan Praise and Worship sebelum akhirnya peserta dan panitia beristirahat malam itu.
Hari kedua setelah sarapan dilanjutkan dengan pengajaran dari Bang Ganda, yang membagikan Memenangkan Kampus-Kampus bagi Kerajaan Allah, tampak peserta begitu antusias di dalam sesi ini Setelah itu, diadakan makan siang dan persiapan untuk Outbond. Peserta yang sebelumnya dibagi ke dalam 5 kelompok disebar ke lima lokasi outbond yang ada berdasarkan kelompoknya masing. Ada yang di tengah kebun teh, ada yang di atas gunung, ada yang di lapangan bola, dan lain-lain. Teknisnya, peserta akan berganti-gantian berkeliling kelima pos tersebut sampai kelima-limanya terlewati baru boleh pulang ke villa. Masing-masing pos outbond berisikan simulasi yang masih erat kaitannya dengan materi yang dibagikan sewaktu sesi pengajaran sebelumnya.
Lelah seharian berkeiling gunung dan kebun teh, setelah sampai di Villa Merah, peserta disambut dengan sesi pengajara dari Bang Henry Panggabean yang membagikan tentang Visi Sion. Meskipun lelah dan capek yang terpancar di wajah peserta, namun mereka masih tampak sangat bersemangat dengan sesi ini. Sesi malam ini ditutup dengan simulasi yang menjadi puncak dari KORPS kali ini. Malam itu ditutup dengan usaha tak henti-hentinya dari peserta yang berusaha untuk menghidupkan api bagi ITB, kampus-kampus, Kota Bandung, Indonesia, dan Bangsa-bangsa. Malam itu, 29 orang tercatat membuat komitmen di hadapan Tuhan untuk mengerjakan visi yang telah Tuhan taruhkan di hati Pelayanan Sion.
Keesokan paginya, sebelum pulang diadakan satu sesi terakhir tapi bukan yang terkecil, yaitu pembasuhan kaki, setiap pembimbing membasuh kaki anak rohaninya, panitia membasuh kaki panitia dan peserta. Benar-benar momen yang mengharukan ketika melihat Sion sebagai satu wadah mau bersama-sama saling membasuh kaki sebagai simbol dari kesatuan hati dan pengampunan. Siang hari, setelah mengabadikan kenangan di Villa Merah, truk tronton yang menampung anak-anak Sion bertolak menuju Bandung. Tapi sungguh pun demikian, Sioners yang pulang saat itu adalah Sioners yang telah punya komitmen yang baru dan hati yang baru untuk membawa jiwa-jiwa kepadaNya.
yang bersuami neg'ri yang tidak disebut sunyi
Imam Tuhan pelayan Allah, pohon Tarbantin kebenaranNya
membawa jiwa-jiwa menyembahM



