Pemberitahuan

>> Wednesday, February 9, 2011

Syalom semua pembaca blog Sion Ministry.

FYI, blog ini tidak lama lagi akan di non-aktifkan. Kenapa? Karena dalam bulan ini (Februari 2011), kami sedang mengerjakan website sion.

Untuk informasi tentang alamat website dan lainnya, akan diinfokan dengan segera.

Terima kasih, Tuhan Yesus memberkati!

Read more...

The Love He Shares

>> Wednesday, December 16, 2009

by tesa kaban

“…Lead me to the cross
where Your love pour out..”

…Greater love has no one than this, that he lay down his life for his friends…” (John 15:13)

Anyone can say anything. But this is my story:

“She is running, a hundred miles an hour,
in a wrong direction…”

I remember my days in the darkness before I met Someone who can change my life completely. Do I know that I live in the darkness? No. I was a good girl, I went to church every Sunday. I made good marks in my study. I participated much in organization and events. I had a lot of friends who like me.

“She’s made her mark,
but lost her spark…
and what she’s pushing for,
she can’t remember…”

It looked like that my life is going great, flowing in a very good direction and dedicated to fulfill big dreams. See i had nothing to worry about. But how did I feel as a person? Did I satisfy with myself? Did I satisfy with this world? The truth is, I missed something deep inside me.

My friends, this article is simple, easy to get, cause my point is a question to all of you: do you satisfy? or something’s empty deep inside you?

“… and i realize the reason You came…”

What i came to realize, that this world is pale, empty and poor. It provides me, but doesn’t satisfy me. It gives me, but doesn’t make me full. It cheers me up, but it fades away quickly.

One day, in my latest darkness day, i remember i cried on my bed. Suddenly that time i felt bad, i was angry for something’s missing. Then i heard a voice. I’m not a liar, i do heard it. The voice came up with a simple line: I love you. I felt my tears running down to my cheeks. I was shaking. “How does a simple line, I love you, tremble me so? Who said that line?”

Gently, the voice led me to my bible:

That if thou shalt confess with thy mouth the Lord Jesus, and shalt believe in thine heart that God hath raised him from the dead, thou shalt be saved. For with the heart man believeth unto righteousness; and with the mouth confession is made unto salvation (Rom 10:9-10).

In that moment, i saw hope. “So that voice was Jesus”. He himself was speaking to me, willing to fill me and completing my life. And that night, i dedicated my life fully to Lord Jesus.

“…when no one’s around
and everything’s broken,
YOUR beauty remains…”

I did not know that time what He did, but i felt different. All i knew that i wasn’t empty anymore. My heart was satisfied. You can’t understand this feeling unless you experience it. The experience makes me long to stay in God’s present as He satisfies my soul.

Day after day with Him, now i know that He is not just coming to satisfy me, He also redeems me from my sin, He heals me, He fixes up my character and gives me future. I know all of that from Holy Bible and i love it.

It’s funny one day when i bought a new camera and i thought i’d be satisfied having it. Well, yes i was feeling so happy. But when it was handed to me, the feeling stopped there. The feeling reached a very small part of my life and then faded away. The same things happen over and over. Now I know, only Jesus name can reaches every part of my heart and His name will never fade.

What you have can’t satisfy you. What you eat can’t do. What you achieve can’t do. Your friends can’t do. Your relationship with anyone can’t do. What you see, what you hear, what you touch; they can’t satisfy you. Your study, your friends, your mate, your smoke, your drugs, your dance, your church, your pastor, your popularity, your lifestyle, your job and THIS WORLD never can do. It lights you up just for a moment. Believe me, it will fade away one day.

“…everlasting Your light will shine when all else fades…”

Knowing your deep desire is Jesus, a proof of perfect love. You can’t fix your life by your own, you’ll feel tired of it. I’d been in the same circle before, round and round and round. I have no intention to bring anyone down. But friends, don’t run in a wrong direction, let He shows you the right one because He is the way the truth and the life. Amen.

reach the emptiness

I’m growing up now. I should not live by feeling, but by faith. He satisfied my soul and He has something bigger for me to do. I’m created to know Him not just to feel satisfy, but also to do big things with my faith.

And I’m heading up to it…

Read more...

Laskar Kristus Siap Untuk Menuai!!!

>> Tuesday, November 3, 2009

Puji Tuhan, di awal tahun ajaran baru yang lalu, Sion dapat kembali melaksanakan KORPS. Benar-benar suatu kasih karunia sehingga tahun ini KORPS bisa “sedikit” berbeda dengan format KORPS tahun-tahun sebelumnya. Meskipun di dalam format yang sedikit berbeda namun KORPS kali ini tetap setia dengan core-nya yaitu mempersiapkan pekerja-pekerja baru dalam penjangkauan mahasiswa baru di ITB, kampus-kampus dan Kota Bandung.





Diawali dengan Pra-KORPS berupa Kebaktian Padang yang diadakan di Capolaga Camping Ground, Kab. Subang, Jawa Barat. Lebih kurang ada 40 calon pekerja baru Sion yang hadir. Di dalam Pra-KORPS ini Tuhan berbicara melalui Firman Tuhan yang dibagikan oleh Kak Siska tentang bangsa Israel yang tidak peduli lagi dengan rumah Tuhan sehingga Tuhan berbicara melalui nabiNya Hagai untuk menyerukan ajakan untuk membangun kembali Bait Allah. Seperti halnya Tuhan berbicara kepada bangsa Israel, Firman Tuhan saat itu berbicara untuk mengajak calon-calon pekerja Sion dari angkatan 2005 hingga 2008 untuk kembali memikirkan dan mengambil komitmen terkait dengan pembangunan Bait Allah di ITB, kampus-kampus, Kota Bandung, Indonesia dan Bangsa-bangsa sesuai dengan visi yang telah Tuhan taruhkan di Sion. Dalam acara Pra KORPS ini juga diadakan Baptisan Air, setelah sebelumnya dibagikan tentang kebenaran dar Baptisan Air oleh Kak Christianty, dan yang menjadi target dari pelaksanaan Baptisan Air ini adalah calon-calon pekerja yang rindu untuk memproklamirkan kehidupan barunya di dalam Kristus. Tercatat ada kurang lebih 15 orang dari calon pekerja yang dibaptis saat itu.



Rangkaian acara KORPS dilanjutkan setelah libur tahun ajaran baru, tepatny tangal 1-10 Agustus dalam bentuk Sesi Pengajaran dan Retreat KORPS. Bukan suatu kebetulan kalau KORPS kali ini didatangi tiga orang pembicara dari luar negeri yang Tuhan taruhkan untuk mengambil bagian di beberapa sesi pengajaran. Ps. Karl-Axel M dan Mr. Sonny Largado beserta istriya Mrs. Dahlia Largado mengisi beberapa sesi pengajaran KORPS dengan materi kepemimpinan Kristiani, beserta penginjilan dan hati untuk jiwa-jiwa. Sesi pengajaran tersebut disertai juga dengan sesi pengajaran dari pembicara “lokal”, antara lain Mas Eka (GKKD), Bang Albert (GKKD), Kak Eta (GKKD), Ko Fendy, Mas Risen dan Kak Echa. Meskipun “lokal” namun urapannya tetap sama dengan yang luar negeri punya.. :D. Soalnya urapannya kan sama-sama datang dari Tuhan Yesus kita yang dahsyat itu.. Hehe..

Selama enam hari sesi pengajaran dilaksanakan, banyak hal yang telah dibagikan oleh pembicara mulai dari Kuasa Firman Tuhan, Penginjilan, Karunia Rohani dan Karakter Kristus beserta dengan materi lainnya yang memang disiapkan khusus sebagai bekal bagi para calon pekerja untuk menjangkau mahasiswa baru di ITB dan kampus-kampus pengembangan.

Setelah sesi pengajaran selesai dilaksanakan, KORPS dilanjutkan dengan Retreat KORPS yang kali ini diadakan di Villa Merah PTPN VIII, Ciwangun, Lembang. Sedikit berbeda dengan KORPS sebelumnya, retreat KORPs ini dibuat sedemikian rupa sehingga para calon pekerja benar-benar memiliki mental layaknya seorang prajurit yang siap untuk berperang. Mental dan kesiapan para calon pekerja benar-benar diuji di sini, mulai dari belajar untuk tetap taat pada perintah Komandannya dan juga belajar untuk tetap saling peduli terhadap rekan-rekannya yang lain.

Hari pertama retreat, sorehari ketika peserta sampai ke lokasi retreat langsung diawali dengan pemeriksaan perlengkapan peserta, seperti halnya prajurit yang hendak berperang para calon pekerja juga dilihat kesiapannya di dalam menyiapkan peralatan yang harus di bawa ke acara retreat kali itu. Banyak yang telah siap sedia, namun tetap saja ada peserta yang lupa membawa peralatan penting seperti kaus kaki, topi kupluk dan lain-lain. Karena prinsip retreat KORPS saat itu adalah, kesalahan satu orang adalah kesalahan bersama, sehingga seluruh peserta terpaksa dihukum akibat ada teman-temannya yang tidak siap. Setelah pemeriksaan perlengkapan, peserta mengikuti simulasi yang intinya mengajarkan kepada peserta untuk taat sepenuhnya terhadap perintah Tuhan yang kadang sepertinya tidak masuk akal. Setelah simulasi peserta diminta untuk membuat pakaian perang seperti yang terdapat di Efesus 6, dari kardus bekas. Karena masing-masing punya interpretasi sendiri dan keterbatasan bahan, akibatnya pakaian perang dari tiap-tiap kelompok berbeda-bedang bentuknya, ada yang seperti power ranger, malah ada yang seperti robot :D. Setelah itu, retreat hari pertama ditutup dengan Praise and Worship sebelum akhirnya peserta dan panitia beristirahat malam itu.

Hari kedua setelah sarapan dilanjutkan dengan pengajaran dari Bang Ganda, yang membagikan Memenangkan Kampus-Kampus bagi Kerajaan Allah, tampak peserta begitu antusias di dalam sesi ini Setelah itu, diadakan makan siang dan persiapan untuk Outbond. Peserta yang sebelumnya dibagi ke dalam 5 kelompok disebar ke lima lokasi outbond yang ada berdasarkan kelompoknya masing. Ada yang di tengah kebun teh, ada yang di atas gunung, ada yang di lapangan bola, dan lain-lain. Teknisnya, peserta akan berganti-gantian berkeliling kelima pos tersebut sampai kelima-limanya terlewati baru boleh pulang ke villa. Masing-masing pos outbond berisikan simulasi yang masih erat kaitannya dengan materi yang dibagikan sewaktu sesi pengajaran sebelumnya.

Lelah seharian berkeiling gunung dan kebun teh, setelah sampai di Villa Merah, peserta disambut dengan sesi pengajara dari Bang Henry Panggabean yang membagikan tentang Visi Sion. Meskipun lelah dan capek yang terpancar di wajah peserta, namun mereka masih tampak sangat bersemangat dengan sesi ini. Sesi malam ini ditutup dengan simulasi yang menjadi puncak dari KORPS kali ini. Malam itu ditutup dengan usaha tak henti-hentinya dari peserta yang berusaha untuk menghidupkan api bagi ITB, kampus-kampus, Kota Bandung, Indonesia, dan Bangsa-bangsa. Malam itu, 29 orang tercatat membuat komitmen di hadapan Tuhan untuk mengerjakan visi yang telah Tuhan taruhkan di hati Pelayanan Sion.

Keesokan paginya, sebelum pulang diadakan satu sesi terakhir tapi bukan yang terkecil, yaitu pembasuhan kaki, setiap pembimbing membasuh kaki anak rohaninya, panitia membasuh kaki panitia dan peserta. Benar-benar momen yang mengharukan ketika melihat Sion sebagai satu wadah mau bersama-sama saling membasuh kaki sebagai simbol dari kesatuan hati dan pengampunan. Siang hari, setelah mengabadikan kenangan di Villa Merah, truk tronton yang menampung anak-anak Sion bertolak menuju Bandung. Tapi sungguh pun demikian, Sioners yang pulang saat itu adalah Sioners yang telah punya komitmen yang baru dan hati yang baru untuk membawa jiwa-jiwa kepadaNya.


Mahkota keagungan serban kerajaan di tangan Allah,
yang bersuami neg'ri yang tidak disebut sunyi
Imam Tuhan pelayan Allah, pohon Tarbantin kebenaranNya
membawa jiwa-jiwa menyembahM


Read more...

  © Blogger template Sunset by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP